The sweet present
Deychan
Friday, July 18, 2014
0 Comments
Abis nonton film action, gue kedinginan. Jam 2 pagi. Gue masih terngiang plot yang berat, yang nggak gue bisa pahamin cuma dalam sekali nonton. Lalu kisah tokoh Jason Bourne atau David Webb tadi gue lupain bersamaan dengan lengketnya kelopak mata gue.
Before I fell a sleep I prayed to God for my parent's kindness and asked Him to keep my soul until the warm morning come.
Malam itu, Allah ngasih "hadiah" manis buat gue. Sebuah mimpi manis ketemu dengan seorang abang yang gue sayang.
Seperti tidur di dalam tidur, di mimpi itu gue ketiduran abis nonton film David Webb tadi di depan tv. Sambil ketawa-ketawa lucu, dia bilang sambil pegang pipi gue...
"udah tidur belum sih?"
I felt his hand. Di situ gue tetep tidur. Dia dateng selimutin gue dengan selimut bludru warna ijo muda, lalu dia pergi masuk ke kamar. Entahlah sugesti atau apa, gue nggak ngerasa dingin lagi sampe pagi.
Hal manis serupa keulang lagi, kemudian gue susul dan kejar dia menuju kamarnya ngelewatin ruangan dengan banyak tangga. Di depan kamarnya, sebelum masuk gue ucapin salam..
"assalamualaikum..., aku boleh masuk nggak bang?"
Di mimpi pun, manner tetep ya berlaku.. (((:
"waalaikumsalam, iya boleh. Masuk sini."
dia jawab salam gue dengan lembut.
We made a something nice lil convo. Gue manja-manja lucu ke dia, rebahin kepala di bahunya, pegang lengannya juga....
"Bang, janji ya kita nanti ketemu lagi..."
"iya, nanti kita pasti ketemu lagi.."
"janji..?"
"iya, janji!"
Gue nawarin janji kelingking ke dia, lalu dia pun bilang janji dengan ngaitin jari kelingking kanannya ke jari kelingking kanan gue. Dia ketawa lucu banget.
Kemudian, gue pun bangun. Gue sadar, pertemuan dengan dia yang gue alamin barusan itu nggak nyata. Cuma bunga tidur.
Beberapa saat, mengalir air di sudut mata kiri gue. Ketumpahan kuah capcay, bep!
Tau nggak.., apa bagian terburuk dari mimpi termanis?
yaitu saat bangun.
Saat bangun, kamu bakalan sadar kalo semua hal indah yang dirasa dan dialamin nggaklah beneran terjadi.
Before I fell a sleep I prayed to God for my parent's kindness and asked Him to keep my soul until the warm morning come.
Malam itu, Allah ngasih "hadiah" manis buat gue. Sebuah mimpi manis ketemu dengan seorang abang yang gue sayang.
Seperti tidur di dalam tidur, di mimpi itu gue ketiduran abis nonton film David Webb tadi di depan tv. Sambil ketawa-ketawa lucu, dia bilang sambil pegang pipi gue...
"udah tidur belum sih?"
I felt his hand. Di situ gue tetep tidur. Dia dateng selimutin gue dengan selimut bludru warna ijo muda, lalu dia pergi masuk ke kamar. Entahlah sugesti atau apa, gue nggak ngerasa dingin lagi sampe pagi.
Hal manis serupa keulang lagi, kemudian gue susul dan kejar dia menuju kamarnya ngelewatin ruangan dengan banyak tangga. Di depan kamarnya, sebelum masuk gue ucapin salam..
"assalamualaikum..., aku boleh masuk nggak bang?"
Di mimpi pun, manner tetep ya berlaku.. (((:
"waalaikumsalam, iya boleh. Masuk sini."
dia jawab salam gue dengan lembut.
We made a something nice lil convo. Gue manja-manja lucu ke dia, rebahin kepala di bahunya, pegang lengannya juga....
"Bang, janji ya kita nanti ketemu lagi..."
"iya, nanti kita pasti ketemu lagi.."
"janji..?"
"iya, janji!"
Gue nawarin janji kelingking ke dia, lalu dia pun bilang janji dengan ngaitin jari kelingking kanannya ke jari kelingking kanan gue. Dia ketawa lucu banget.
Kemudian, gue pun bangun. Gue sadar, pertemuan dengan dia yang gue alamin barusan itu nggak nyata. Cuma bunga tidur.
![]() |
| Promise. Sumber gambar: aak gugel |
Beberapa saat, mengalir air di sudut mata kiri gue. Ketumpahan kuah capcay, bep!
Tau nggak.., apa bagian terburuk dari mimpi termanis?
yaitu saat bangun.
Saat bangun, kamu bakalan sadar kalo semua hal indah yang dirasa dan dialamin nggaklah beneran terjadi.

