Sunday, 24 December 2017

Ayam Geprek

Sunday, December 24, 2017 0 Comments



tentu, kalaupun kamu tak ingat semua
pasti ada beberapa yang kamu simpan tentang kita
aku tak suka menerka-nerka bagian yang mana
tentang udara, pohon, tanah, hujan, suara. entahlah...

kini bagiku samar, kamu gelap ataukah terang
ketika sekilas terdengar namamu
senyum kecil terlengkung, diikuti kekosongan
sikapmu telah mencederai dirimu yang kukenal dulu
tak segan, kamu memupuskan kepercayaanku padamu

iya, kepercayaan.. kasta tertinggi dalam hubungan
mungkin aku yang salah, terlalu meninggikanmu
tapi terhadapku, kamu tak melakukan hal serupa
kamu punya andil buatku tak lagi mudah memercaya
sudah. kini adil,  bagiku.. pun kamu bukan siapa-siapa

 

Saturday, 16 December 2017

Pengingat yang Baik

Saturday, December 16, 2017 0 Comments
picturequotes.com

aku pengingat yang baik
ya, aku ingat kamu adalah seorang pengingat yang buruk
kali pertama, kamu tak ingat namaku kan?
"maaf" katamu

aku ingat saat kamu menggandeng tanganku,
aku menanyakan nama seseorang padamu yang ternyata itu milikmu
"ya, itu nama aku" katamu
"ups maaf" kataku

ya, aku ingat kita,
tanpa berkata-kata, saling melirik menertawakan hal bodoh yang sama,
menyukai hal-hal yang sama. 
aku bayanganmu, kamu bayanganku.

aku ingat, kamu terlalu sering menyangsikan sesuatu
mendebatkan hal ini itu,
parasmu terlihat tak bersahabat, kejudesanmu melebihiku
tapi, kutau kamu tak sedingin itu

kamu bilang cuma aku yang ada saat itu..
saat kamu sendirian, saat kamu butuh dukungan
tentu, kamu mana mungkin kubiarkan bermendung sendirian
tenang, aku denganku

aku ingat, kamu mencoba membacaku
singkirkan sendu, inginkanku membagi kisah recehku padamu
kamu inginkanku jadi bagian kisahmu
aku inginkanmu jadi selarik pelangiku

tentu, aku ingat debaran jantungku waktu kamu mengaku
"kamu itu punyanya aku"
pun saat aku diam tak peduli waktu kamu jujur bilang, aku pelarianmu
hahaha lucu ya

bagimu, hatiku beranda yang nyaman kah?
kamu mulai melangkahkan kakimu di sana.
Namun, ada hati yang lain kamu hempas, mengharapmu menetap di hatinya
aku tau itu.

aku ingat, kamu pasti terluka
saat ku tak acuh ketika kamu harapku kembali rengkuh hatimu
aku ingat, padamu aku sebrengsek itu
dan ingin kuhapus segalanya tentangmu

aku pengingat yang baik
aku meluruhkan seluruh laraku, kuharap kamu pun begitu
waktu itu, kamu dan aku punya kisah-kisah manis yang sama,
ingatkah kamu?





Friday, 15 December 2017

RINDU 3

Friday, December 15, 2017 0 Comments

gambar: guglinglah

sebesar apapun takkan kukatakan jelas-jelas

kau pun paham apa yang didapat jika mengatakannya,

ucapan serupa “iya, aku pun..”

atau sebuah kalimat yang mematahkan,

seperti yang pernah kulakukan pada seseorang.

Hey, maaf.

Simpan saja...

jika waktu telah berpihak, pada saatnya...

biar sapaan, tatapan, jabatan tangan, senyuman,

atau sebuah pelukan yang lebih ulung menjelaskan.



Namun tenang, ku tak seangkuh itu sekarang..

kupaham, para pembisik rindu merendahkan letak gengsinya

di tempat yang dia ingin kau bisa menjangkaunya,

jika seseorang membisikkan “Hey, kumerindumu...”

berterimakasihlah, walau kau tak merasakan hal yang sama,

setidaknya kau tak membirukan harinya

pun kini kau tau,

kau diletakkan dekat di hatinya..

kau ada di pikirannya..

kau berarti di hidupnya.



Tuesday, 5 December 2017

RINDU 2

Tuesday, December 05, 2017 0 Comments



ada rindu di antara kamu, aku
di antara aku, kamu
sesekali kusebut namamu
seperti hari ini,
udara menyampaikannya untukmu
sesederhana itu




Monday, 4 December 2017

RINDU

Monday, December 04, 2017 0 Comments



rasa yang menipu, tak terhitung waktu
lucu.
padahal kamulah yang datang menjamah hening-heningku
memaksaku memelukmu dalam benakku

lalu di mana, sejauh apa
apa yang harus kuhampiri supaya dia tak lagi-lagi menipu
kamu?
kurindu.




 

Thursday, 9 November 2017

SIRNA 2

Thursday, November 09, 2017 0 Comments
poto abang-abang sirna

Pertengahan taun 2015 kemarin, gue punya temen chat. Cewek, sebut saja namanya Vina. Seumuran gue, anaknya manis, lucu, charming, kadar sengkleknya imbang dengan gue, tinggalnya di Kalimantan. Kita temenan, awalnya dia itu costumer onlenshop gue.

Kali pertama, dia yang chitchat gue duluan, kenalan secara personal. Lalu lama-kelamaan berlanjut dengan chat bahas segala keremehan dan kerecehan apa aja.

Vina sering curhat seputar gegalauan nya karena jomblo, ditinggal kawin pacarnya, ga bisa moveon. Plus demen ngeledekin gue juga karena jomblo. *wkkk kok ngenees gue ngetiknya*. Pokoknya obrolan ga jauh-jauh dari keabsurdan sehari-hari.

Dia sering cerita tentang (mantan) kekasihnya. Kekasihnya itu adalah temen sejak SMA-nya. Namun, entah gimana ceritanya, tu lakik lebih milih nikah sama perempuan lain, yang juga temennya Vina. Harapan Vina hidup bersama kekasihnya lebur saat itu.

Si lakik itu berdalih tidak mau jadi anak durhaka karena perempuan yang direstuin emaknya untuk nikah dengannya itu si perempuan temennya Vina itu. Sebut saja Tutik. Si lakiknya, sebut saja Udin.

Di belakang Tutik, Vina dan Udin masih intens ketemu pun hubungan via telepon. Si Vina pun ngirimin gue poto begron hpnya yang make poto berdua dia bareng Udin. Gue nggak komen apa-apa dan memang nggak punya hak apa-apa. Vina sendiri sangat paham kalo "jalannya" itu nggak bener. Lagipula, orang yang sedang dikekep cinta otomatis buta plus budek kan.. so, kalopun gue dimintainya saran pasti nggak ada faedahnya.

Vina bilang kalo kisah cintanya itu kayak sinetron rumah tangga alay indosiar yang sontreknya terangkanlah.. terangkanlah.. itu. Pada akhirnya, sang ibunya Udin menyesal karena memilih Tutik sebagai mantu.

Lalu, suatu hari dia cerita lagi ke gue kalo dia ngasih tenggat waktu tiga bulan untuk Udin buat cerein biniknya untuk kembali padanya. Namun, setelah itu gue nggak pernah tau kabar Vina lagi.. kontaknya menghilang dari aplikasi chat, tanpa pernah gue tau kenapa. Sosmednya nggak pernah update lagi. Dan gue (lagi-lagi) terbiasa dengan orang-orang yang datang, menyapa, lalu pergi.

Entahlah.. apa kabar Vina dan cinta butanya, berlanjut atau benar-benar harus sirna.

Hey, Vin! 
apa kabarnya?  """""" ε  """""""



Wednesday, 1 November 2017

SIRNA

Wednesday, November 01, 2017 0 Comments
Virzha. Vidclip Sirna - youtube

Sejak awal loncing vidclipnya 24 Februari 2017 sampe sekarang tetep jadi salah satu lagu kebangsaan gue klo sedang menjelma jadi bathroom diva. Gue biasa aja saban denger maupun nyanyiin SIRNA-nya Virzha. 

Sirna sama sekali bukan pengejawantahan apa-apa kepada siapa-siapa buat gue. Tak pernah ada makhluk sesempurna itu, hingga bikin gue nelangsa, ngarep, dan mengakui bahwa "kau buat sirna, sudahlah.. harapanku hidup bersamamu.." sama seperti kisah milik penulisnya.

Sirna berkisah tentang seseorang yang melow karena harapan maha tingginya sirna dipotekkin karena ditinggal nikah orang terkasih, lalu pasrah-pasrah yasudahlah mau apa lagi. Intinya, peluapan emosi sang pemilik lagu ini (mungkin) ke perempuannya dulu. 

Sudah sebegitunya kah kamu di usia 18, Bang? perempuan kayak gimana yang sudah nyakititin makhluk selucu kamu? *tsaaaahh
*abang, maaf ya kalo salah, sok tau, dan diksi yang semau-mau*

For me, it's just a soulful beautiful song written by a lovely guy.

Tapi tau ga sih, Bang..
ada satu waktu yang bikin gue sakit. Mata akutu cem disebor bubuk cabenya kang tahu bulat waktu ga sengaja liat kamu mau perform di tipi. Waktu intermezo sebelum bawain Sirna, kamu bilang "... buat kalian yang pernah ditinggal nikah...". 

Huhuhu pedih. Dari kuping menikam ke hati. Tiba-tiba langsung tergenang becekan ni mata. Beberapa saat, kata-kata kamu itu ngelempar aku ke moment beberapa waktu lalu. Di hari gue terakhir ngeliat punggung seseorang yang langkahnya menjauh. Punggung seseorang, yang dengannya.. gue punya beberapa moment awkward bersama.

Hari itu, gue nangis tanpa suara, lalu dengan sekejap ngubah ekspresi kayak dora the explorer udah kelar misi jelajah kebon lagi pas di depan kance-kance. Sama seperti semula, tak lagi ada badai. Aku menenangkan badaiku sendiri.

Gue ga bisa cerita detailnya apa.. biar jadi kisah yang ga pernah diperdengarkan aja. Namun, hal yang gue tangisin bukanlah dia, bukan dia bersama dia, bukan segala tentang dia, tapi..
waktu dan bagian diri gue sendiri yang pernah hilang karena lama "menatapnya". 

Lalu, sejak hari itu, dia pun undur diri dari mimpi-mimpi malam gue. SIRNA.
Can you tell me how to hug ourselves soul, huh?

Nah, yang bikin gue sedih nambah-nambah lagi.. bubar acara tipi tu, kamu mesti amat cipikacipiki sama japok mujaer.., Bang. 
Cukup! cukup! aku tidak kuat, Mas.. 
Hahamblugudushaha.

Btw, waktu tahun 2008 pascaditinggal nikah kamu gegalauan gimana, Bang? curhat sama kucing? meluk, nguyel-nguyel kucing di pojokan kamar?
*set tahun 2008* *time travel* 
*sini-sini, sayangku.. kakak peluk* wkokokoko  """""" ∇ """"""'

ataukah kamu garuk-garuk tembok sambil dengerin aku lelakimu versi om Anang? (wkk. manalah tenar lagu ni sebelum jadi milik kamu).
ehehe

Lah jadi panjang keles tulisan ini, padahal semula mau nulis pendek-pendek saja.
Pendek-pendek saja.







Wednesday, 19 July 2017

BUNTING

Wednesday, July 19, 2017 0 Comments
Kucing babon yang hilir mudik di rumah gue dibuntingin kucing garong. Entah anaknya pada kemana, mungkin udah jadi kucing-kucing garong juga.

Tetangga gue, anak perempuannya dibuntingin orang lalu kemudian dinikahin dengan si pembunting. ((((pembunting)))). Lalu mereka punya anak dan ntah hidup bahagia apa kagak. Beberapa waktu kemudian, seperti tak mau kalah, anak perempuannya yang lain pun dibuntingin orang lagi, lalu kemudian dia dinikahin juga dengan yang ngebuntinginnya. Lalu mereka punya anak dan ntah hidup bahagia apa kagak.

Baru-baru ini, tetangga gue yang lain lagi, anak perempuannya juga dibuntingin orang, lalu kemudian dinikahin dengan si pembunting. Lalu mereka punya anak dan ntah hidup bahagia apa kagak.

Mantan dedemenan gue, nikah dengan anak perempuan orang, lalu kemudian perempuan itu dibuntinginnya. Lalu kabarnya, mereka punya anak dan ntah hidup bahagia apa kagak. hahabodoamathahaha. huhuhuhu sampe baigon loncing rasa cappucino. *wooooy! Somebody, hug me!* 

seloooow esss
Seterahdeh, males gue ngejudge kelakuan horang, pun nyari cela orang lain nggak bakal nemu ujungnya. 

Gue sendiri nggak pernah berinteraksi langsung dengan personal nekat maksiat begitu coz lingkup pertemanan terdekat gue juga sebates kance-kance yang gaya pacarannya mentok gandengan cem mo nyebrang doang sih *bodo deh dikata cupu juga*, jadi entahlah saya Bang, pergaulan-pergaulan ala kucing garong tsb.

Intinya nih intinya, ini yang paling penting, norma kesusilaan masih berlaku di masyarakat. Bisa jadi nama sendiri ga tenar di kampung halaman, tapi yang tenar biasanya "si anu anaknya bapak/ibu itu". Iya, ngelakuin perkara jelek cem ngelempar tekucing abadi ke muka bonyok sendiri. So?

Monday, 13 March 2017

Tuesday, 10 January 2017

Follow Us @soratemplates