| Virzha. Vidclip Sirna - youtube |
Sejak awal loncing vidclipnya 24 Februari 2017 sampe sekarang tetep jadi salah satu lagu kebangsaan gue klo sedang menjelma jadi bathroom diva. Gue biasa aja saban denger maupun nyanyiin SIRNA-nya Virzha.
Sirna sama sekali bukan pengejawantahan apa-apa kepada siapa-siapa buat gue. Tak pernah ada makhluk sesempurna itu, hingga bikin gue nelangsa, ngarep, dan mengakui bahwa "kau buat sirna, sudahlah.. harapanku hidup bersamamu.." sama seperti kisah milik penulisnya.
Sirna berkisah tentang seseorang yang melow karena harapan maha tingginya sirna dipotekkin karena ditinggal nikah orang terkasih, lalu pasrah-pasrah yasudahlah mau apa lagi. Intinya, peluapan emosi sang pemilik lagu ini (mungkin) ke perempuannya dulu.
Sudah sebegitunya kah kamu di usia 18, Bang? perempuan kayak gimana yang sudah nyakititin makhluk selucu kamu? *tsaaaahh
*abang, maaf ya kalo salah, sok tau, dan diksi yang semau-mau*
For me, it's just a soulful beautiful song written by a lovely guy.
Tapi tau ga sih, Bang..
ada satu waktu yang bikin gue sakit. Mata akutu cem disebor bubuk cabenya kang tahu bulat waktu ga sengaja liat kamu mau perform di tipi. Waktu intermezo sebelum bawain Sirna, kamu bilang "... buat kalian yang pernah ditinggal nikah...".
Huhuhu pedih. Dari kuping menikam ke hati. Tiba-tiba langsung tergenang becekan ni mata. Beberapa saat, kata-kata kamu itu ngelempar aku ke moment beberapa waktu lalu. Di hari gue terakhir ngeliat punggung seseorang yang langkahnya menjauh. Punggung seseorang, yang dengannya.. gue punya beberapa moment awkward bersama.
Hari itu, gue nangis tanpa suara, lalu dengan sekejap ngubah ekspresi kayak dora the explorer udah kelar misi jelajah kebon lagi pas di depan kance-kance. Sama seperti semula, tak lagi ada badai. Aku menenangkan badaiku sendiri.
Gue ga bisa cerita detailnya apa.. biar jadi kisah yang ga pernah diperdengarkan aja. Namun, hal yang gue tangisin bukanlah dia, bukan dia bersama dia, bukan segala tentang dia, tapi..
waktu dan bagian diri gue sendiri yang pernah hilang karena lama "menatapnya".
Lalu, sejak hari itu, dia pun undur diri dari mimpi-mimpi malam gue. SIRNA.
Can you tell me how to hug ourselves soul, huh?
Nah, yang bikin gue sedih nambah-nambah lagi.. bubar acara tipi tu, kamu mesti amat cipikacipiki sama japok mujaer.., Bang.
Cukup! cukup! aku tidak kuat, Mas..
Hahamblugudushaha.
Btw, waktu tahun 2008 pascaditinggal nikah kamu gegalauan gimana, Bang? curhat sama kucing? meluk, nguyel-nguyel kucing di pojokan kamar?
*set tahun 2008* *time travel*
*sini-sini, sayangku.. kakak peluk* wkokokoko """""" ∇ """"""'
ataukah kamu garuk-garuk tembok sambil dengerin aku lelakimu versi om Anang? (wkk. manalah tenar lagu ni sebelum jadi milik kamu).
ehehe
Lah jadi panjang keles tulisan ini, padahal semula mau nulis pendek-pendek saja.
Pendek-pendek saja.
No comments:
Post a Comment