Thursday, 19 November 2015

Aku mencintamu seperti Kenanga..

Thursday, November 19, 2015 0 Comments

Aku tak paham ini tentang siapa sebenarnya yang merindukan siapa..
bagian dari dirimu selalu menghantuiku
aku tak pernah paham kenapa dia terus memanggil namamu, wajahmu, suaramu..
tanpa jeda, walau akal sehat dan realitasku tak lagi pernah menyentuhmu.

kamu kah yang sengaja menyelinap, melebur di tiap imajiku,
atau aku kah yang tak benar-benar melepas, memeluk bayanganmu
organ tubuh di rusuk kiri seperti meledak seseru granat ketika melintas kamu
Kamu.. serpihan kisah di otakku..

Aku mencintamu seperti Kenanga..
seorang gadis di novel yang kubaca, yang terlalu mencintai lelaki yang belum pernah ditemuinya, belum pernah dikenalnya di alam nyata.
Kenanga adalah pemilik tunggal cinta sang lelaki di alam mimpi miliknya..
hanya lelaki itu hidupnya, dunianya..
hingga dia memutuskan untuk mencari, menemukan sang pemilik jiwa raganya itu di realitasnya

Aku tak benar-benar seperti Kenanga.. tidak segila dia, yang mencintai lelakinya yang tak bersosok di dunia nyata lalu membuat kesimpulan sendiri bahwa sang lelaki tidaklah imajiner.
Aku mengenalmu, kamu nyata.
Kamu pernah ada di hatiku, di dekatku, di pandangan mataku.

Aku tak tau aku kenapa
yang aku tau, ada sel-sel di tubuhku yang terracun olehmu
entah bagian yang mana. Menjadi kontra dari diriku sendiri
aku pun mau membunuhnya, tapi bagaimana dan dengan apa

Di dimensi itu, kamu tak pernah beranjak dari sisiku
Aku dengar suaramu, bisa merasakan sentuhan tanganmu, bibirmu.
Kamu berdiri di hadapanku,
aku penyuka senyummu. Senyum yang sama dan lesung pipit yang manis.

Hey, aku tak paham ini apa?
Apa aku mencintai sosok dirimu hasil rekaanku sendiri?
tapi aku tau, ini bukan nafsu untuk memilikimu
bukan pula perkara cinta sepihak.

Aku tidak sedang mencintai siapa-siapa, termasuk kamu
logikaku pun terlalu sehat untuk menyebutmu cinta (lagi)
kabar tentangmu samar, bahkan tak pernah kudengar
hanya.. ku masih ingat jelas suara lucumu, mata coklatmu, senyummu

Ini tentang pertanyaan tentang artimu, tentang jutaan kali kehadiranmu di otakku
tentang rasa padamu yang mencoba kembali berteriak
saat mataku mulai terpejam nyenyak, saat matamu menemukan mataku
saat bagian dari diriku menjadikanmu yang teristimewa di sana

kamu selalu menemuiku di dimensi tanpa batas
membuatku redup dan benderang di waktu bersamaan
tentu, rasa untukmu sisa secercah di diriku memang
tapi di dimensi itu, kamu pemilik hatiku utuh

Aku begitu tak paham konspirasimu dengan Tuhan
konfirmasi apa yang harus kuminta dari-Nya,
kenapa residu tentangmu tertinggal dalam
kamu ada selamanya di otakku, di relungku

Aku yang bukan aku, yang mencintaimu itu selalu memuja malam
saat dia menyerah dalam pelukanmu. kamu.. cinta mati bagian dari diriku
tapi, hal itu membuatku senang mengutuk pagi
kenapa harus memulai hari dengan perasaan mati..



SENDIRI itu.. ALONE

Thursday, November 19, 2015 0 Comments

poreper elon..
Hari Minggu bulan lalu, rencana pengen nemuin Virzha promo album di salah satu stasiun radio.. tapi urung gara-gara nggak ada temen alay *kan maluuu guenya sendirian ketemu gebetan* *mulai waham* dan jadwal siarannya yang nggak berjeda karena mesti loncat lagi ke radio lain.

Sabtu malemnya, padahal doi kan show di *****.. dan lagi-lagi gue gadak temennya. hikkkss *nangis gelundungan*. Maka yasudahlah... kuculik lain kali kau ya, bang virzzz..

Bukannya takut sendiri atau nggak mandiri sehingga harus butuh temen kemana-mana.. cuma ada saat-saat gue sendiri itu ngerasa ngenes menyedihkan.
Minggu itu gue jadi galau, kezel, zebel.. maka untuk "membayar" momen ngenes sendirian nggak ada temen tsb, siangnya gue melipir ke toko buku sendirian, iya.. (((SENDIRIAN))) untuk menghibur diri, berharap menghalau zebel lalu tenggelam dalam beberapa sinopsis dan bacaan dari bidang ilmu menarik yang spontan pengin gue baca.

Beberapa menit berkeliling, ke katalog online akirnya gue nemuin novel fiksi bersampul hitam menyiratkan keputusasaan, novel yang gue incer lama. Okesip! gue pegang.

Hati gue yang terlanjur ngenes retak-retak dan otak gue yang butuh make up baru mulai terhibur dan mendadak musim semi lagi waktu ketemu tumpukan buku genre komedi. Gue ngambil salah satu buku bersampul unyu yang menurut gue eye catching.

Gue berdiri di deretan komik si juki hoki tapi buku eye catching yang gue baca itu buku jayus dari seorang youtuber (yang katanya) terkenal di kalangan ababil di tanah air ini. Yaaa kalik gue emang bukan abege lagi, makanya nggak kenal dan nggak terlalu paham perkembangan media sosial.

*Lama amat sih prolognya*

Di waktu gue baca tu buku, mana judulnya ada "jomblo-jomblo"nya pula. Gue cekikan sendiri. Tau-tau di sebelah kanan gue ada sejoli abege sok romantis-romantisan milih buku. Lamaaa amat tu orang dua milih buku deket gue. 

Nah kan gue duluan yang bediri di situ, tapi tu orang dua nggak beranjak juga.. malahan (gue rasa) si lakiknya ngambil jarak lebih deket ke gue, ngambil buku di rak tepat di depan gue. *Serius, gue mah jarang geeran.. karena gue orangnya emang nggak peka* kenapa tu orang dua nggak pindah aja, semestinya keberadaan gue kan gengges bagai pihak ketiga. Lah.. saitoon dongs gue.


Eisss siba*biiikk.. pacaran aja mesti deket-deket gue. *banting badak jawa*

Lalu gue pun pindah ke deretan rak buat nyari bacaan lainnya, ke rak khusus komik di sebelah kiri gue.. dan akirnya urung karena yang ada malah sepasang ababil lainnya pacaran nyender rak di situ. Kan sitaaaaan.

Gue pun mau beranjak lagi sajah, tapi baru mau jalan pindah lokasi.. depan gue ada lakik digandeng monyetnya. Ah elah... Tuhan..

Gue pun akirnya ke kasir lalu keluar meninggalkan kecurutan-kecurutan yang ngenes tadi.

Gue berlabuh ke toko ayam goreng buat beli minuman, duduk kezel seorang diri. IYA SENDIRI. Milkshake, gue, ponsel, keramaian, dan kesendirian. Sekali, gue membenamkan kepala ke atas meja.

Harapan menghilangkan segala galau gundah gulana yang ada malah bertubi-tubi beteknya sampe dua purnama.*oke lebeeee* Dua hari yang benernya. Hati gue kemudian dingin lagi. Sedingin istana Putri Elsa *krik*.

Itu deh.. lezatnya pergi sendirian. Kadang sangat enjoy tenggelam tanpa gangguan dalam lautan "me time", kadang sesekali menyerah oleh pelukan sepi, 
tanpa perlawanan..

Follow Us @soratemplates