Wednesday, 28 February 2018

Eternal

Wednesday, February 28, 2018 0 Comments

jika bukan di masa lalu
jika bukan di masa depan
maka kau milikku sekarang
aku tak bisa menahanmu

demi masa...
pada akhirnya semua menyerah
termasuk rasaku, rasamu
yasudahlah terserah... 

kau dan aku pun sudah yakini
cinta tak harus memiliki
namun, cinta tidaklah hilang dan musnah
dia hanya berpindah

saat ini biarkan kupeluk cintaku
biar kuhidupkan hasratku
sementara, biar rasa ini selamanya
kau... penuh miliki kasihku


Sunday, 25 February 2018

Come Home

Sunday, February 25, 2018 0 Comments

Dia sudah membuatku terjatuh...
terjatuh untukmu...
lalu tak membangunkan kembali
lupakah Dia padaku?

jadi makhluk berhati, benar sesusah ini?
hidupkan harapan untuk dinamakan hidup
namun, dia jugalah yang sanggup meredupkan
haruskah kumengharapmu?

menakutkan untukku diharap...
ketika aku diminta selamanya untuknya
oleh orang yang tebersit pun tak pernah diinginkan
untuknya, aku takut Dia dengar dan bilang iya

begitu jugakah kau, kekasih?
pernah mengira-ngira berapa yang memintamu dari-Nya?
hitunglah semua... kecualikan aku
di barisan hati yang tak kauharap itu tidak ada aku

biasa, saat terjatuh haruslah berdiri lagi
tentu waktu yang melelahkan pasti datang
saat hati benar-benar butuh pulang
sungguh, setegar karang tidaklah selalu menyenangkan

benar, hatiku masih padamu
terjatuh lagi untukmu...
sayang, rasa ini tak pernah berkurang
sudah benarkah arah hatiku pulang?

gerak mataku masih mencarimu, kekasih...
namun, ku benar-benar lelah...
kakiku ingin melangkah ke hati yang disebut rumah
engkaukah?



Monday, 19 February 2018

Pascahujan

Monday, February 19, 2018 0 Comments
moonbow.  pic: earthsky.org

kamu tak lagi menatap langit membelakangi matahari saat hujan mereda kah?
kamu lupa padaku?
kamu tak mau temuiku lagikah?
tak ada lagi aku bagimu?
mungkin itu pertanyaanmu, setelah kumulai lupakan kebiasaanku menantimu di setiap ujung penghujan
tidak, aku tetap menyukaimu, kau tersimpan di hati...
kau hadir di mimpi...
kau hadir lalu melenyapkan diri...
kau melebur menggenggam malam...
kau tak selalu hadir...
tak hadir...
kau begitu kukagumi, pelangi...
walau kau beralih, ribuan warnamu memutih...
di kesempatan lain, datanglah tanpa kumemanggilmu
tanpa kau merasa kunantikan...
warnaiku, leburkan rinduku, dengarkan kisahku
yang kan kuperdengarkan padamu tentang redup dan benderang
datang... 
dan jangan pernah pergi...
jangan hilang...
jangan lagi...



Presipitasi

Monday, February 19, 2018 0 Comments
pic. tuyetdinhsinhvat.deviantart.com

hujan yang sederhana, daurnya selalu rumit
aku tak selalu ingat istilah-istilah di dalamnya
kondensasi, evaporasi, hmm.. ya itulah
yang aku ingat, hutan ciptakan hujannya sendiri
mereka berdua sepasang kekasih, tak terpisah

yang aku ingat, tugas awan itu berat
dia pembawa hujan juga kerinduan semesta alam
tanyakan dia seberat apa rindu itu
bukan pada siapa-siapa, bukan juga padaku
beban rinduku tidak ada apa-apanya

kamu dan rindu itu seperti hutan dan hujan
untukku, adanya kamu mencipta kerinduan
dan itu adalah siklus yang tetap dan berulang
kerinduan kecil yang mungkin terbawa oleh awan
lalu dihempaskannya lagi bersama buliran hujan


Sunday, 18 February 2018

Sparkling

Sunday, February 18, 2018 0 Comments
pic. pinterest

kau jangan pernah meredup!
bukan untukku, setidaknya untukmu
karena kamu adalah segalanya bagimu
bintang, jangan kehilangan sinarmu
aku, malam terbiasa dengan hangatmu
kau seperti sihir abadi untukku

kau diam di sanapun jadi energi buatku
kau mencipta ribuan kilau di mataku
kukagumimu karena kamu adalah kamu
kau bukan tanpa cela, tapi sempurna di hatiku
aku tak pernah terjatuh sedalam ini
dan kamu pasti takkan mengerti


Tuesday, 13 February 2018

Kepompong

Tuesday, February 13, 2018 0 Comments

mereka dan kamu menyapaku
entah kalian atau kah aku yang sedang merindu
kamu, mereka, dan aku tampak seperti dulu, 
kamu dan aku masih menyukai hal-hal yang sama
melakukan hal bodoh bersama

masa yang tak perlu memikirkan apa-apa
berjalan denganmu, bercerita penuh riang
menyanyikan kisah pagi hingga petang
tertawa bersama dan saling menertawakan
pernah saling diam juga terluka karena sayang

kamu dan aku begitu sepaham
tak mau kisah hati terselami terlalu dalam
kamu lebih senang tak membagi risaumu
begitulah kamu, karena kubaca aku pada dirimu
dulu, terasa indah sebelum negara api menyerang

Saturday, 10 February 2018

Februari

Saturday, February 10, 2018 0 Comments

hey ini bulanmu...
apa kabar kamu?
sesekali kuingat kamu dan tentangmu
goresan tulisan tanganmu yang entah apalah itu,
dan pastinya, petikan gitarmu malam itu

hamparan langit maha sempurna...
bertahta bintang-bintang angkasa...
mahadewi. ya lagu itu...
di bawah naungan bintang, kamu senandungkan itu
tak terlalu bagus didengar memang

denganmu, lama tak bertemu
kemarin, di mimpi, kamu cerita banyak sekali
tentang satu pertemanan abadi
kisah indah yang belum pernah kujamah
dan kamu bilang pasti kita jumpa kembali

belum banyak hal indah yang disimpan
tak apa, bagiku cukup beberapa saja
berebut denganmu, tertidur di punggungmu
dan tenanglah, kamu ada selamanya
dengan siapapun kamu tak terganti


Saturday, 3 February 2018

Terjaga

Saturday, February 03, 2018 0 Comments

kekasih, apa kabar kamu? 
masih terjaga atau sudah bangunkah?
lelapkah tidurmu tiap malam menjagamu?
apa menu makan siangmu tadi?
berapa kali kamu makan sampai menutup hari?
akan memulai harimu dengan secangkir kopi kah pagi ini?
adakah yang tengah merisaukanmu?
kamu ingin kulakukan sesuatu untukmu?

maaf, risih ya jika kuingin kamu ceritakan harimu
aku pernah begitu, aku tak suka ditanyanya ini itu
karena bukan dia yang kumau jadi bagian kisahku
tapi dia mengisahkan tentangnya padaku
mengulurkan tangannya untukku
mengajakku menuju ruang hati yang diluangkannya
namun, tak kutemukan alasan tuk menetap di sana
ah... telah kumencoba, tetap tak bisa


Friday, 2 February 2018

Bunga

Friday, February 02, 2018 0 Comments

ada kebun bunga di hatiku sejak itu
sejak kauyakinkanku dirimulah yang kutuju
kekasih, jangan pernah goyahkanku
untukmu, bunga rindu selalu rimbun di sana
untukmu, segala harum kerinduan itu
tercium olehmu?

sampai nanti waktu tak lepaskanmu dariku
kujaga hatiku, pastikan kau jaga hatimu
kekasih, masih kutunggu hari itu
saat kutemukan indahmu pada akhirnya
saat padaku, kaubagi kisah dan lelahmu
sudah kangen aku?




Dialog

Friday, February 02, 2018 0 Comments

kemarin kupanggil kamu
di situ, selalu kamu jawab begitu
"hey, kamu!"
"iya..."
"hey..."
"iya..."
"ehm..."
"hmm..."
"dengar aku?"
"iya..."
"sehat?"
"iya..."
"......."
"......."
"aku kangen..."
"hay, kangen... aku kekasihmu..."

*kemudian diuruk pupuk kompos sekebon*

Follow Us @soratemplates