terjatuh untukmu...
lalu tak membangunkan kembali
lupakah Dia padaku?
jadi makhluk berhati, benar sesusah ini?
hidupkan harapan untuk dinamakan hidup
namun, dia jugalah yang sanggup meredupkan
haruskah kumengharapmu?
menakutkan untukku diharap...
ketika aku diminta selamanya untuknya
oleh orang yang tebersit pun tak pernah diinginkan
untuknya, aku takut Dia dengar dan bilang iya
begitu jugakah kau, kekasih?
pernah mengira-ngira berapa yang memintamu dari-Nya?
hitunglah semua... kecualikan aku
di barisan hati yang tak kauharap itu tidak ada aku
biasa, saat terjatuh haruslah berdiri lagi
tentu waktu yang melelahkan pasti datang
saat hati benar-benar butuh pulang
sungguh, setegar karang tidaklah selalu menyenangkan
benar, hatiku masih padamu
terjatuh lagi untukmu...
sayang, rasa ini tak pernah berkurang
sudah benarkah arah hatiku pulang?
gerak mataku masih mencarimu, kekasih...
namun, ku benar-benar lelah...
kakiku ingin melangkah ke hati yang disebut rumah
engkaukah?

No comments:
Post a Comment