Wednesday, 18 June 2014

First Kiss!

Wednesday, June 18, 2014 0 Comments
Suatu siang, gue sempat tercengang waktu streaming diary idol bebeb Devirzha tentang pilihannya waktu ditanya cepat antara pilih kucing atau pacar. Dengan sigap, Si gondrong kesayangan gue ini menjawab kucing.

Kenapa kucing? karena kucing bisa disayang-sayang, dielus, dipeluk, bisa sekamar juga. Kalo pacar nggak bisa sekamar, kalo meluk-meluk harus pake dimarahin bapaknya dulu.. tapi sama kucing nggak bisa cipokan (ciuman).
Eyy rocker! risih deh dengernya, imajinasi bertaburan kemana-mana. eh tapi aku dengki dengan kucingmu. Hahaha ini apaaaa?!

First kiss gue terjadi menjelang subuh waktu kapal Titanic berlayar dari Inggris ke New York. Eh, first kissing movie scene that i've seen maksudnya. Film bule itu awal mula tersentuhnya otak gue dengan hal-hal asusila, selain dari film-film india pastinya.
Adegan cipokannya Jack Dawson sama Rose di haluan kapal.

Film itu, kali pertama gue tonton di VCD bareng mamas gue tercinta. Mas Al.
Beberapa menit berlalu, nampak oke-oke saja. Tapi.. jengjengjeng.. sampailah di bagian Rose buka brankas dan pamer Heart of The Ocean ke Jack, dan selanjutnya..

Seketika ruangan menjadi gelap gulita, nggak ada sinar yang jatuh di retina gue.

"anak kecil, nggak boleh nonton!"
ini suara si mamase..

Tangannya nutupin mata gue beberapa menit. Onyeetttt.
Pesan moralnya, jangan pernah nonton film romantis bareng saudara cowok. Pokoknya jangan!

Hampir semua film bule ada adegan cipokannya, bahkan film Hachiko pun. Waktu itu gue beli CD film versi bulenya, dan nonton bareng keponakan umur enam tahun. Sekali lagi, jangan nonton film romantis bule bareng anak kecil. Pokoknya jangan!

Bukan cuma film, tapi kehidupan nyata mungkin udah nggak asing lagi tentang urusan bibir yang satu ini. Suatu siang di bawah rimbun pepohonan, gue pun terlibat dalam perbincangan yang bikin gue pingin angkat satu alis ke atas kayak Om Deddy Corbuzier. Nggak bisa sih tapi.

First kiss mereka.. - -"

Seorang teman, namanya Bona. Dia berkisah..
"bayangin, gue ciuman pertama kali itu pas baru lulus SMA. bayangin cobakk.."

"abis itu gue nangis..." lanjut Bona

Mungkin maksudnya sih disuruh bayangin alangkah cupunya dia yang baru first kiss pas itu, tapi dibayangan gue ada dua makhluk ababil berseragam putih abu-abu penuh coretan pilox menderita kembar siam di bibir beberapa menit. Tuhaaaann...
salah fokus. Imajinasi gue terlalu kreatif.

Saat itu, dari pernyataannya kemudian ada banyak dugaan bermunculan di otak gue, apa tiap hubungan pacaran itu wajib ada ritual cipok-mencipok, apa cipokan mesti dilakuin sebelum SMA, apa semua orang bahkan ababil yang pacaran.. bibirnya nggak virgin lagi, berapa lama durasinya, atau gue yang cupu karena kecupan perdana bibir gue sampe sekarang masih dikarantina buat doi seorang pas udah dapet sertifikat halal MUI? nah... :v :v

Kalo ciuman aja udah berani, berarti hal lain waktu pacaran pun pernah dilakuinnya.. eitss, jangan mikir aneh-aneh. Ngaduk semen bareng misalnya.

Rusak deh rusak..

Gue nggak ikut menanggapi atau menimpali kisahnya karena fokus perbincangan sebenarnya antara Bona dan Vio. Gue-nya jadi obat nyamuk aja. Gue fokus dengan bibir gue sendiri beserta mulut yang penuh kunyahan nasi. Mau menanggapi apa?

Prolog kisah si bibir ketemu bibir ini bermula dari rumpian iseng tentang Raisa. Teman kita yang baru aja jadian. Waktu itu Raisa nggak ikut di acara kongkow bersama itu.

Sebelumnya kata Bona,
"eh, Raisa itu nggak pernah pacaran ya?
nanti susah loh nanti waktu sama cowok.."

Gue nggak paham, susah di situ definisinya apaan. Imajinasiiiiii (lagi)....
Satu-satunya komentar gue..
"(Raisa) pernah (pacaran), tapi cuma sebentar-sebentar."
Kemudian gue pura-pura mati.

Sambung Bona lagi,
"oh.., tau nggak di antara temen-temen kita.. yang paling virgin itu Sasa. Pacaran aja nggak pernah ngapa-ngapain. Pegangan tangan aja nggak pernah, apalagi ciuman.."

Hwaya.. mader fader...
hmm gitu ya, jadi lipstick di bibirmu sudah berapa kali dirusak bibir kekasihmu, Bon?
Duh.

Wednesday, 11 June 2014

Rocker, aku jatuh cinta!

Wednesday, June 11, 2014 0 Comments
Semua orang pasti pernah ngerasa yang namanya jatuh cinta, berawal dari jamannya cinta monyet beruk-berukan atau kucing-kucingan. Mau tapi malu, malu tapi mau. Definisi cinta itu sendiri pun nggak ada yang tau, sebelum orang jatuh terjerumus terperosok blusukan ke dalamnya langsung.  Katanya pepatah-pepatah sih gitu, beb..

Hari gini gue lagi jatuh cinta sama yang namanya (calon) artis. deh.. alay kah kalo disebut jatuh cinta? bukannya jatuh suka? 
nggak tau juga sih, menurut gue kalo jatuh suka itu pada pandangan pertama.. tapi gue nggak pernah ngerasa yang orang-orang bilang love at the sight. Entah itu fakta atau cuma mitos.  Suatu saat, kalo itu kejadian ke gue mungkin gue percaya. Sekarang sih, bagi gue itu sama aja kayak nangkep nguber si joni- kucing garong item yang tukang ngorbit di rumah.  Susah. Okeh.

Gue jatuh cintanya itu sama Di Muhammad Devirzha. itu tuh.. cowok Medan asal Aceh sipit gondrong seksi kece yang suaranya ngangenin finalis Indonesian Idol 2014. Sayangnya, dia harus tersingkir di 3 besar. "Virzha, banyak yang memprediksi kamu menjadi grandfinalis Indonesian Idol.. tapi maaf langkah kamu harus bethenti malam hari ini". Gitu kira-kira kata Daniel Mananta.*kepruk Daniel* *peluk Virzha*

"Mymaaaaaan... tidak! 
aku tidak kuat melihat ekspresi kecewamu, baby.. coz i don't want to see you sad, boy"
Airmataku pun menambah debit samudra. Halah.
Vote gue nggak nolong. Virzha masih di pelukan gue, rambut panjangnya gue belai. 
Dia kecup pipi gue. Gue grepe pinggang dia. Lah nggragas. Oke ini delusi.

Tapi beneran, hati gue tersayat dicampur jeruk nipis waktu dia yang akhirnya bukan salah satu grandfinalisnya. Sebelumnya, udah tersayat dua kali sih.. waktu liat dia duet genit sama Regina dan Raisa. Sakitnya tuh di sini *nunjuk dada kiri*. halah..

Awal gue sayang dia. cieeehh sayang... *muntah kudanil*
sejak nonton penampilan dia bawain lagu Unchained Melody sama Daylight, guenya jadi kecanduan.. terus mulai download cover lagunya dia, ngesave poto-poto dia, mention-mention alay dia, googling kepo segala tentang dia, stalking scrolling tl dia, tl nya orang yang ada di tl dia, dll. Udah deh, semua cewek pasti kepo gini macem detektif kalo menyangkut pria dedemenannya. Sekalipun jatuh cintanya sama artis.

Setelah dianalisis, proses jatuh cinta gue ke dia itu berawal dari si Miko. Kucing kuning gembul peliharaan dia yang jauh-jauh (di)datang(kan) dari Medan spesial buat ketemu dengan Devirzha di panggung spekta sehabis dia perform lagu Daylightya- Maroon five.  Miko ngemesin banget. Bukan. Gue bukan naksir sama Miko. Gue normal. 

Miko digendong terus dicium sama juragannya. Whatta lovely moment!
"Mika dan Miko udah kayak soulmate. Kalo aku ada masalah, aku sering cerita. Aku yakin apa yang aku rasa mereka bisa merasakannya" gitu kata Devirzha ke Daniel.
lalu, si pria gondrong kece penyayang itupun mempraktikkan curhatnya kepada Miko.

"ini abang kangen sama Miko.."

Gue jatuh cinta tiga kali, dengan suara, stage act, dan sifatnya. Satu kali lagi dapet toples deh toples. Tuker Devirzha aja boleh? 

"Aku suka suara kamu, cara nyanyi kamu.. cuma ada yang sedikit ganggu.. stage act kamu agak sedikit oldschool" yang ini sih kata Titidj pas audisi.
Risih si Mbak Titi ama goyang ngangkangnya. Hhaha

Sifat lembutnya kontras dengan genre musik yang nemplok di diri dia. Rock. Rocker juga manusia. 
iyalah... siapa juga yang bilang kue klepon :|

Selama ini, gue nggak pernah selebai gini memuja seorang Indonesia yang gue liat dari layar kaca. Kali ini beda. Walaupun, gue suka duluan dengan suaranya tapi gue jatuh cintanya dengan kepribadiannya yang penyayang itu, terutama ke mamanya, baru kemudian jatuh cintalah gue dengan apa-apa yang ada di diri dia.  Padahal, kalo secara fisik sih sebelumnya gue nggak suka dengan lakik berambut panjang, selain cowok-cowok di anime. Shiryu, Sasuke, Yanagiba, atau Hyuga. 
Dia seperti cowok-cowok anime itu, keren dengan rambut panjangnya.
Setelah diperhatikan, ternyata dia ternyata lucu, cute, senyumnya manis, matanya juga. Ah... iya, gue memang suka yang sipit-sipit.

I called him an awesome lovable man. 

Mungkinkah ini efek dari jomblo jomblo banget ya.. sampe gue mulai mengalaykan diri ala cewek groupies kurang belaian kasih sayang dan "memandang" sosok dia dengan berlebihan. Gue mulai alay dan gue sadar itu. Eh, tapi ada nggak sih yang kayak dia? yaTuhaaan, kalo dia stok terakhir.. buat aku aja, plissss.. *puppyeyes* *kedipkedipgenit* *ngences* 

never mind, i'll find someone like yooouuuu~~
i wish nothing but the best for you.  *kemudian gelas-gelas retak, granat meledakkan dirinya sendiri*

aamiin ya aamiin.

Ya walaupun cuma "kenal" dia dikit, liatnya cuma dari tv, nonton diary idolnya, dan belum pernah ketemu juga, serta kemungkinannya mikroskopis bingit milikin dia, 
dia.. gue sayang.  Kalo ketemu dia, pingin peluk sama selfie-selfie deh.. Begini.



Pernah mimpi begitu tuh gue.


22 April sore, makasih udah ritwit sketsa aku. Makasih juga udah jadi inspirasi goresan pensil aku yang lama nggak aku acuhin. Itu karena wajahmu lukisable sekali. 
Begitu indaaaahhh......

Follow Us @soratemplates