| gambar: guglinglah |
sebesar apapun takkan kukatakan jelas-jelas
kau pun paham apa yang didapat jika
mengatakannya,
ucapan serupa “iya, aku pun..”
atau sebuah kalimat yang mematahkan,
seperti yang pernah kulakukan pada
seseorang.
Hey, maaf.
Simpan saja...
jika waktu telah berpihak, pada saatnya...
biar sapaan, tatapan, jabatan tangan,
senyuman,
atau sebuah pelukan yang lebih ulung
menjelaskan.
Namun tenang, ku tak seangkuh itu
sekarang..
kupaham, para pembisik rindu merendahkan letak
gengsinya
di tempat yang dia ingin kau bisa
menjangkaunya,
jika seseorang membisikkan “Hey,
kumerindumu...”
berterimakasihlah, walau kau tak merasakan
hal yang sama,
setidaknya kau tak membirukan harinya
pun kini kau tau,
kau diletakkan dekat di hatinya..
kau ada di pikirannya..
kau berarti di hidupnya.
No comments:
Post a Comment