Sebagai pecinta kucing, gue nggak demen-demen amat dengan karakter animasi kucing. Gue lebih suka liat atau megang kucing beneran, kucing garong yang gede, gendut, liar, nakal, brutal, dibanding dengan kucing anakan atau kucing babon yang gemar ngesot-ngesot manja di sikil. Kucing garong itu lebih cute. Lebih cool, lebih bijak, dan berwibawa. Yakalikk ini kucing apa capres...
Binatang kesayangan Nabi Muhammad ini rajin banget ngorbit di rumah gue, mulai dari yang anakan, kucing babon, kucing garong juga. Mereka semena-mena hilir mudik keluar masuk rumah. Asal cuma lewat-lewat doang sih nggak masalah, kalo udah maling, naik-naik meja.. udah deh minta dikoset kepalanya.
Bukan cuma jadi daerah jelajah kucing aja, tapi kucing-kucing babon kerap kali ngejadiin rumah gue sebagai tempat berpijah. Ikan kelessss berpijah.... beranak pinak maksudnya. Sebenernya keluarga gue semua pada suka kucing, tapi nggak demen kalo rumah udah buat markas besar keluarga kucing. Seminggu dua minggu masih ditoleransi itu mamah kucing dan anak-anaknya, lebih dari itu bokap gue udah resah, uring-uringan siap-siap cari karung dan memigrasikan mereka ke komplek restoran terdekat.
Suatu kali, pernah ada kucing babon yang beranak tiga di tempat gue. Keluarga mereka tampak begitu sakinah, mawadah, dan rahmah. Kucing garong kuning kesayangan gue adalah bapak kandung dari anak-anak kucing itu. Dia nggak kayak kucing garong pada umumnya, yang hanya menginginkan ibunya aja.. tapi kucing garong kuning gue ini begitu sayang sama anak-anaknya. Kucing garong ini gue kasih nama Onteng. Asal katanya dari kata bahasa jawa bonteng, yang artinya belang.
Onteng ini selalu bersama-sama dengan binik dan anak-anaknya, di rumah gue. Diapun sering menjilat dan merapikan rambut anak-anaknya serta memberi uang jajan. mwhaahaha
Tiba saatnya, sang pengenyah kucing-bokap gue bertindak. Tiba juga di malam pengeksekusian. Kalimat ini nggak asing lagi, sudah jadi jargon abadi bokap gue..
"Ayo, Bu.. jalan-jalan buang kucing...
karung mana karung.."
*Ngahahaha.
aaakkkk kesian sih. Sebenernya yang niat diungsiin itu kucing babon dan anak-anaknya, tapi apa daya nggak tega memisahkan keluarga harmonis ini. Kucing babon dan anak-anaknya dimasukkan ke karung, si Onteng dibiarin kongko-kongko sendirian di jok belakang mobil.
Gue nggak ikut. Kemudian, bokap nyokap gue pulang dengan karung kosong dan nggak ada siapa-siapa lagi di jok belakang mobil. Onteng pergi...
Hari-hari gue mulai sepi, nggak ada Onteng lagi buat mainan. Nggak ada lagi keset kuning berjalan gue lagi. Iya keset, gue seneng aja mainin kucing pake kaki.
Seminggu kemudian, ada suara meong-meong di rumah. Onteng pulang lagi!
Bulu-bulunya (sebenernya rambut.. karena kucing bukan bangsa unggas) buduk item debuan, badannya kurus kering yang semula bohay.
Gue terharu, dia terus meong-meongan kangen kesel capek, dia gue elus-elus, gue kasih makan juga. Kasian.. entah berapa kilometer dia berkelana mencari jalan pulang. He got home sick. Onteng back home. Yes, cat is animal who very well in navigation.
Sejak itu, dia masih kerap mengorbit di rumah gue. Beberapa bulan berlalu, dia mulai menghilang.. kemudian benar-benar hilang. Dia tak pernah kembali. Keeksisannya tergantikan dengan kemunculan kucing-kucing warna-warni yang hilir mudik bergantian. Mungkin saat Onteng memutuskan pergi, karena dia mencari kucing babon lagi untuk dijadiin binik.
Entahlah apa kabar kucing garong kuning gue itu. Kemungkinan besar sudah lama almarhum. RIP Onteng.
Al-fatihah...
Sekarang, ada kucing garong lagi yang suka bertamu, warna item putih. Dia bener-bener kucing garong.. suka maling, badannya banyak bekas luka kayak batosai karena gebukan orang, kalo dipanggil kupingnya budeg, kalo gue pelototin dia melototin balik, suka gue kagetin sama koset kepalanya waktu dia nggak sadar kalo gue kuntit, suka gue uber-uber juga.
Tiap baru liat gue, dia ketakutan kayak ketemu si Danang tukang jagal kucing dengan senapan yang fenomenal itu. Lalu gue pun nyerah kalo dia udah lari kemudian selonjoran santai di kolong mobil di garasi. He feel safe.
![]() |
| Joni alias Mong.. |
"hey, Human! you lose..!" *tampangnya merem-merem melek merem ngeledek minta dikoset*
"Ok, Cat! you win!"
ketangkep, gue kesetin abisss deh lu!
eh, normal gak sih gue nguberin kucing garong :|
Mong, gue manggilnya gitu.. meong maksudnya, tapi sebenernya gue namain Joni. Binik Joni dan anak-anaknya beberapa bulan lalu juga jadi korban program transmigrasi bokap gue. Kini dia menduda. Tapi gue curiga ada kucing babon baru perutnya melembung, mungkin dia yang ngebuntingin.
Gimanapun juga, gue tetep suka kucing. I love cat and love cat lover too. Nggak disengaja juga, di twitter.. gue ngefollow akun cowok-cowok yang ternyata pecinta kucing. Poconggg, Onyol, Alitt, Virzha, Amrazing. They're all looks so lovable.. Aura penyayang memang nggak bisa diumpetin. I love them.
Biarlah kucing datang lalu lalang hilir mudik silih berganti, nggak apa-apa. Dia adalah binatang perhiasan rumah. Dia bersih, bukan binatang najis. Bagilah sedikit rizky untuknya dari piring makanmu. Kalo mutusin untuk pelihara, mesti dirawat baik-baik, janganlah menyiksanya, cukupi segala kebutuhannya dan jangan lupa sekolahin dan beri dia uang jajan. *Eaaakkk kesambet mamah dedeh*

No comments:
Post a Comment