Kamu nggak di-setting bisa senyum ya? jangan sok cool gitu.. kamu manis kok kalo senyum. Kulihat kamu nggak tenang, bibirmu diam tapi hati dan pikiranmu banyak bicara.. kayak ombak yang nggak berhenti bergolak.
So blue, deep, dark, cold, alone. Gloomy. Kamu seperti butuh pertolongan.. hari-harimu terlalu biru. Kamu tintai dunia biru hitam kayak Inter Milan, apa kamu lupa ada warna-warna lain selain itu? Apa kamu nggak suka? tapi aku nggak yakin kamu suka menatap layar gadget di genggamanmu jika tanpa warna. Eh, aku nggak suka loh kamu sibuk dengan gadgetmu waktu denganku! umpetin dulu!
Mungkin kah kamu lagi dirisaukan oleh dia? Dia yang kamu rela melakukan apapun demi-nya. Kamu yang merasa tenang saat bersamanya, dia yang kamu jadikan bagian duniamu. Dia warna selain biru dan hitammu. Dia yang jadi alasan lara dan bahagiamu.
Kemudian kamu sadar, dia dan kamu seperti langit dan laut. Terlihat membaur, nggak bersekat. Nyatanya nggak. Garis laut dan langit akan tetap sejajar, sejalan, tapi nggak bisa bersatu.
Aku di depanmu. Aku merangkulmu.
Jangan salah paham.. aku bukan untuk menawarkan sesuatu juga menertawakanmu.
Aku di sini. Aku cuma menemanimu..
Aku tau air matamu mahal.. tapi nggak mengapa kalo kamu nggak lagi kuat menahan, buang aja. Nggak perlu segan denganku, mungkin itu bisa sedikit membuatmu lega. Ceritakanlah kisahmu padaku. Aku yakin kamu nggak sekokoh tembok cina..
![]() |
| nemu gambar searching gugel |
Kamu menatapku dalam-dalam, beranjak dari dudukmu. Aku lepaskan rangkulanku. Lalu kamu berlalu, pergi menjauh dariku..
Kamu selalu begitu. Memandangku begitu. Aku suka matamu. Aku suka matamu memandangku, tapi tuju perhatianmu bukan untukku, aku tau. Bersamaku pun, kamu sibuk dengan kesendirianmu.
Yasudah pergilah..
Datanglah lagi jika kamu mau. Kali lain, aku harap lain.. kumau melihat binar di matamu atau melihat kamu datang dengan dia yang bisa mengembalikan warna-warni (hidup)mu.
Aku lautan.
Aku di sini. Tetap di sini. Aku menemanimu..
*fiksi. by: Deychan.

No comments:
Post a Comment