![]() |
| gambar: nemu di gugel pas search "true love". unyu yes.. |
Hola-hola kalian yg (pastinya nggak sengaja) hijrah di blog gue..^^
udah lama nggak posting nih. Kali ini gue berkisah tentang perjuangan pasangan romantis gila Supri dan Udin. Mereka bukan maho, Supri itu cewek.. Suprihatin. Nah (yang diduga) pacarnya ini namanya Udin.
Udah lama gue tulis kisah mereka dan ngendep doang di draft. Mendadak pengin posting gara-gara semalem gue teringat kembali perasaan ehm ehm yang telah lalu gue ke seseorang yang menahun ada di hati dan mimpi gue tapi nggak pernah terjamah *woooyyy! jamah apaan ini* *sudahlah lupakan..*
Begini kisah Supri dan Udin.
Supri dan Udin adalah teman SD, dahulu mereka nggak saling kenal karena nggak pernah sekelas, kemudian dipertemukan lagi ketika jadi anak kuliahan di jurusan yang sama. Awalnya mereka berdua berteman biasa saja, seiring berjalannya waktu si Udin terpesona oleh senyum, attitude, dan segala yang ada di diri Supri. Supri adalah "separuh aku" Udin.
Udin suka curi-curi pandang ke Supri-seorang cewek tomboy yang manis, chubby, sixpack, otot kawat tulang besi yang dinobatkan sebagai satpamnya anak-anak di kampus. Penampakannya sungguh perkasa *whuahaha*. Di pandangan mata lengkap dengan kacamata minus yang super tebel si Udin, nggak ada wanita yang pesonanya melebihi Supri si cewek perkasa itu. Supri begitu indah bagi Udin.
Hari demi hari, Udin pantang menyerah bergeriliya genit carper kepada Supri. Hari itu, si cowok iseng menarik kunciran rambut cewek idamannya dari belakang.
syuuuut!"
Rambut kiting si cewek perkasa berkibar, poni ngatungnya jadi sedikit coak. Kunciran si cewek perkasa sudah berpindah ke tangan Udin. Supri si cewek perkasa misuh-misuh, narik lengan kemejanya lalu lari ngejer si cowok. Si cowok angkat rok tinggi-tinggi lalu lari menghambur ke padang ilalang, lalu gelantungan di pohon seri.
Hari demi hari, Udin pantang menyerah bergeriliya genit carper kepada Supri. Hari itu, si cowok iseng menarik kunciran rambut cewek idamannya dari belakang.
syuuuut!"
Rambut kiting si cewek perkasa berkibar, poni ngatungnya jadi sedikit coak. Kunciran si cewek perkasa sudah berpindah ke tangan Udin. Supri si cewek perkasa misuh-misuh, narik lengan kemejanya lalu lari ngejer si cowok. Si cowok angkat rok tinggi-tinggi lalu lari menghambur ke padang ilalang, lalu gelantungan di pohon seri.
"isssh Udiiiiiiin, sini balikin kuncit rambut gue...!"
Sekian lama berteman, akirnya Udin memberanikan diri untuk menyatakan kalo cuma Supri-lah selama ini yang jadi alasannya rajin pergi ke kampus.. *selain kuliah sih*.. tapi Supri dengan setengah hati menerima Udin sebagai kekasihnya. Walau begitu, Udin tetap berjuang pantang menyerah untuk mendapatkan yang setengah hati milik Supri yang belum diserahkannya.
Udin tetap pada pendiriannya untuk mencintai si cewek perkasa walau (dirasanya) tanpa balas. Perjuangan Udin cukup terjal. Udin ngasih cincin ke Supri tapi cuma ditaro di dompet, Udin ngasih boneka tapi cuma diumpetin di lemari baju, Udin pernah rela hujan-hujanan untuk suatu hal yang nggak penting demi Supri, dan beberapa kali rela di-asas manfaatin oleh temen-temen deket si Supri, dan masih banyak lagi pengorbanan Udin. Semua dilakukan Udin demi Supri, si cewek perkasa pujaan hati.
Temen-temen deket Supri dan Udin kerap kepomacem saiton ngebongkar hape mereka. Inbox hape Supri penuh dengan sebuah nama. Udin. Udin doang. Sedangkan di hape Udin, sang pria pantang menyerah.. nama sang kekasih terukir indah di phonebook-nya, dengan nama "cayang". Isi pesan-pesannya berupa..
"gi apa nich?"
"udah makan lums?"
atau pesan sms isi kode-kode angka aneh yang gampang ditebak isi curahan hati Udin. Dibaca elopiyu.
Temen-temen deket Supri dan Udin kerap kepo
"gi apa nich?"
"udah makan lums?"
atau pesan sms isi kode-kode angka aneh yang gampang ditebak isi curahan hati Udin. Dibaca elopiyu.
Bertahun-tahun hubungan mereka terjalin atas dasar terbiasa lama kenal dan bersama, Udin belum juga mendapatkan setengah hati Supri.. bahkan, hati si Udin sempet retak-retak karena Supri tergoda cinta dan jatuh ke genggaman tangan pria idaman lain, tapi Udin terus berharap cintanya masih terbalas oleh Supri. Suatu masa, Udin sok tegar komen basa-basi di status Supri yang lagi kasmaran dengan cowok barunya itu. Semacam.. "ciee.. capa tu?hehehe"
Udin menunggu. Terus menunggu... (Supri putus)
Gayung bersambut. Hubungan Supri pun berakir dengan si cowok idaman lain karena sesuatu, hidung Udin mengembang kayak dikasih ragi sangking senengnya. Ada lagi kesempatan Udin menyentuh hati si cewek cinta matinya itu.
Udin kembali bergerilya meminta Supri kembali jadi ratu hatinya. Singkat kisah, Supri kembali luluh dan mengembalikan (yang katanya) status kekasih kepada Udin. Sampai detik ini, dunia nyata maupun gaib pun tau, walau berstatus kekasih.. Udin masih nggak dianggap.
Udin kembali bergerilya meminta Supri kembali jadi ratu hatinya. Singkat kisah, Supri kembali luluh dan mengembalikan (yang katanya) status kekasih kepada Udin. Sampai detik ini, dunia nyata maupun gaib pun tau, walau berstatus kekasih.. Udin masih nggak dianggap.
Akirnya, sampai suatu masa.. beberapa tahun kemudian (2014)..
*ketemu di kondangan, waktu mau salaman dengan penganten. Supri seius cengengesan nanya gue..*
*ketemu di kondangan, waktu mau salaman dengan penganten. Supri seius cengengesan nanya gue..*
"boi, maling melatinya.. punya penganten yang cewek apa yang cowok?"
Gue pun ngakak gelundungan imut.
Gue pun ngakak gelundungan imut.
Cinta datang karena terbiasa, mungkin mulanya karena iba dan terpaksa, tapi Supri akirnya luluh karena hal-hal/perhatian rutin yang diberikan oleh Udin, sampe akirnya menjadi sebuah kebutuhan dan rasa takut kehilangan (fans) bagi Supri. *bekson Risalah hati-Dewa19*
Kisah belum tamat, mungkin sebentar lagi bakal ada kabar pengukuhan hak kepemilikan sah Supri sang cewek perkasa oleh Udin sang pria pantang menyerah. Mungkin.. Udin masih harus berjuang, berjuang, dan berjuang.. (supaya langsing) supaya Supri senang.
Kisah belum tamat, mungkin sebentar lagi bakal ada kabar pengukuhan hak kepemilikan sah Supri sang cewek perkasa oleh Udin sang pria pantang menyerah. Mungkin.. Udin masih harus berjuang, berjuang, dan berjuang.. (supaya langsing) supaya Supri senang.
Tak akan ada cinta yang lain~
pastikan cintaku hanya untukmu~~~
Pernahkah terbersit olehmu~
Akupun takut kehilangan dirimu..
(Takkan Ada Cinta Yang Lain - Dewa 19)

No comments:
Post a Comment