![]() |
| pic. gugel |
andai kamu bisa kupeluk saat itu,
saat dia di depanmu, tapi hanya kaupeluk hatinya
saat tak seorangpun bisa membaca matamu. aku bisa!
kamu bisa menipu siapa saja, kecuali aku
binar matamu sore itu bukan bahagia, tapi luka kan?!
kamu selalu ahli berpura-pura, kamu mengaku sekokoh jati
kamu tidaklah selalu sekuat itu. aku tau..
yang kulihat kerisauan, bukan senyuman
saat dia mendekat dan berbisik kepadamu
apalah yang dikatakannya? sebegitu menyakitimukah?
kamu kerap menghalau dukamu sendiri
kamu bilang tidak apa-apa setelah kepergiannya
oh ya?
tetap berlagak setegar itu?
aku pun sakit saat kamu rasakan itu..
saat kamu tak bisa lagi menuliskan namanya saat merindunya
kamu tak inginkan hujan mengirim kenangan tentangnya lagi
kamu membiasakan hatimu supaya biasa dengar namanya
kamu mengaku tak mau tau lagi kabarnya
kamu mengaku hanya kamu dan malam yang masih sehati
ya, kamu begitu kupahami
banyak sekali kebohonganmu...
ke sini sejenak saja, menangislah sepuasnya di bahuku
saat ini, di sini ada aku untukmu, lupakan tentangnya
kamu kesayanganku, biar kubelai rambutmu
katakan padaku yang kau sembunyikan di balik senyum itu
apa yang kau kisahkan pada malam-malammu
biarkan kukurangi sedihmu, kuatkanmu esok hari tuk pura-pura lagi..

No comments:
Post a Comment