terpana, kutatap sepasang mata bulat memesona
mata lucu milik seorang lelaki kecil tanpa dosa
jelas kulihat bayanganku jatuh di matanya
diapun tertawa, binar matanya bahagia
indah, jernih, berwarna hitam pekat
hanyalah damai kurasa di sana
tak ada keresahan dunia
tak tebersit dendam
tak tersirat hasrat
tak ada luka
nirmala
matamu
tidak matamu
aku tak pernah tau
apa yang tersembunyi
apa yang kau sembunyikan
berapa dosa yang tlah tercipta
berapa kerling mata berpura-pura
berapa luka yang tlah terselubung tawa
berapa tangisan yang terbungkus senyuman
bayangan siapa yang pernah jatuh di dalamnya
berrona cokelat yang kutau, kini tak lagi mengira
No comments:
Post a Comment