sepasang bibit mangga ditanam di halaman
hijau dan dipupuk dengan harapan
tugasku untuk sirami yang satu
yang satu lagi, adalah tugasmu
begitu bapak mengamanati
mungkin tiap pagi mereka berbincang
bermain, tumbuh rindang bersama kumbang
tawa daun-daunnya tersamar suara angin
mereka tumbuh kokoh, juga tumbuhkan bunganya
keduanya hibahkan buah manis tiap tahun
hey, bang.. kamu tak sempat tau rasanya ya
mereka belum fase tiang pun, kamu sudah pergi
apa karena kamu tak mau menyirami?
kamu memang malas sekali
ah dasar payah!
pohon milikmu akhirnya menyusulmu
sepuluh tahun dia jalani hidupnya
pohon di sampingnya kehilangan temannya
tak pernah terdengar tangis sedunya
mungkin angin dan kumbang buatnya bertahan
beberapa musim dia sendiri menahan kerinduan
mungkin itu yang tersirat dari gugur daunnya
caranya memanggil sang teman yang tumbang
angin akhirnya juga rebahkan dia dari kehidupan
tugasnya usai, kini kalian abadi dalam kenangan
No comments:
Post a Comment