jika disanding dengan pembanding
maka sedihku tak seberapa
jika begini saja aku sedih
maka yang lebih parah harus apa
tapi aku tak salah kan..
jika luka tak bisa disamarata
tiap orang beda daya tahannya
dan ya, aku masih sekuat baja
kadang iri dengan orang-orang
yang mudah bisa luapkan emosi
tak ragu mengeluh bahkan teriak
tak segan bilang yang risaukan hati
ku tak bisa...
ku tak bisa...
ku tak bisa drama
dramaku adalah tidak drama drama
pernah terpikir sejak dulu sekali
aku tak pantas sedih..
sedih itu buat apa
buat siapa
ketika tersakitipun..
lupa mesti berekspresi apa
harus lakukan, menangisi apa
dan entahlah tangisi siapa
buat apa kutangisi dia
memangnya siapa dia harus kutangisi?
buat apa mengasihani diri
memangnya ku tak bisa berdiri
jadi untuk apa menangisi situasi ini
jadi untuk apa lah sedih ini
bukankah harusnya tidak merasa apa-apa?
tapi kenapa tetap bisa terasa nyeri
hingga tidak apa-apa itu bagiku biasa
hingga tidak apa-apa lah yang terus sakiti
hingga tidak apa-apa jadi residu di hati
hingga kutak yakin merasa selain tidak apa-apa
sampai semua berpikir.. aku selalu senang
sampai terpikir.. aku selalu senang
ku hanya bisa senang
ada hanya untuk menyenangkan
bukankah hal yang menyedihkan
dari sudut mata, tiba-tiba genangan datang
tapi tak tau apa yang harus disedihkan
hingga lupa aku miliki emosi jiwa
lalu sekarang, haruskah ku punya alasan
untuk menangisi sedih ini?
apakah tidak apa-apa untuk ber-tidak apa-apa lagi?
dan hatipun bilang.. "umm.. kesehatanmu, berbi..."
♬♬♬♬
No comments:
Post a Comment